Setiap illmu yang Anda pelajari, inormasi yang Anda dapatkan, harus Anda
ketahui "larinya" ke mana. Yaitu apa kaitannya dengan kebutuhan, keinginan dan impian Anda. Jika Anda tidak mampu melakukan pengaitan-pengaitan yang bermakna, maka akan menyulitkan langkah-langkah Anda meraih kesuksesan yang selama ini Anda impikan. Dis amping itu, Anda tidak akan mampu mendeteksi peluang-peluang yang muncul dengan tiba-tiba dan tersamar. Mungkin yang terjadi adalah penyesalan ketika Anda menyadari bawa ternyata kesempatan baru saja menyapa Anda, namun Anda acuhkan. Misalnya, Anda orang bahasa (Inggris atau Indonesia), yang bertahun-tahun berkutat dengan ilmu-ilmu tentang bahasa, maupun keterapilan-keterampilan berbahasa. Ambil contoh sebuah mata kuliah "Prosa", yang mempelajari seluk-beluk karangan sastra berbentuk prosa. Selama satu semester mungkin Anda bergulat dengan aktivitas membaca, menganalisis, menelaah, dan mengkritik secara detail karya-karya prosa orang lain. namun, ketika ada perlombaan membuat novel atau cerpen saja Anda tidak mau berpartisipas atau Anda enggan untuk berkarya menghasilkan tulisan-tulisan berbentuk prosa. Jika ini Anda lakukan, maka bisa dipastikan bahwa Anda belum mampu mengaplikasikan ilmu yang Anda dapatkan. Sama halnya pohon rindang yang tak berbuah. Atau keledai yang memikul kitab. Ya, seperti itulah kenyataannya, jika tidak mampu mengamalkan ilmu. Tahukah Anda, bahwa aktivitas membaca, menelaah, menganalisis dan mengkritik karya-karya orang lain selama satu semester tersebut merupakan latihan dan sumber inspirasi bagi Anda untuk menghasilkan karya-karya serupa yang tentu saja lebih baik dan berkarakter.
ketahui "larinya" ke mana. Yaitu apa kaitannya dengan kebutuhan, keinginan dan impian Anda. Jika Anda tidak mampu melakukan pengaitan-pengaitan yang bermakna, maka akan menyulitkan langkah-langkah Anda meraih kesuksesan yang selama ini Anda impikan. Dis amping itu, Anda tidak akan mampu mendeteksi peluang-peluang yang muncul dengan tiba-tiba dan tersamar. Mungkin yang terjadi adalah penyesalan ketika Anda menyadari bawa ternyata kesempatan baru saja menyapa Anda, namun Anda acuhkan. Misalnya, Anda orang bahasa (Inggris atau Indonesia), yang bertahun-tahun berkutat dengan ilmu-ilmu tentang bahasa, maupun keterapilan-keterampilan berbahasa. Ambil contoh sebuah mata kuliah "Prosa", yang mempelajari seluk-beluk karangan sastra berbentuk prosa. Selama satu semester mungkin Anda bergulat dengan aktivitas membaca, menganalisis, menelaah, dan mengkritik secara detail karya-karya prosa orang lain. namun, ketika ada perlombaan membuat novel atau cerpen saja Anda tidak mau berpartisipas atau Anda enggan untuk berkarya menghasilkan tulisan-tulisan berbentuk prosa. Jika ini Anda lakukan, maka bisa dipastikan bahwa Anda belum mampu mengaplikasikan ilmu yang Anda dapatkan. Sama halnya pohon rindang yang tak berbuah. Atau keledai yang memikul kitab. Ya, seperti itulah kenyataannya, jika tidak mampu mengamalkan ilmu. Tahukah Anda, bahwa aktivitas membaca, menelaah, menganalisis dan mengkritik karya-karya orang lain selama satu semester tersebut merupakan latihan dan sumber inspirasi bagi Anda untuk menghasilkan karya-karya serupa yang tentu saja lebih baik dan berkarakter.